Contact | Sitemap | Announcement | Privacy Policy | Disclaimer |
$value) { if (strpos($param, 'color_') === 0) { google_append_color($google_ad_url, $param); } else if (strpos($param, 'url') === 0) { $google_scheme = ($GLOBALS['google']['https'] == 'on') ? 'https://' : 'http://'; google_append_url($google_ad_url, $param, $google_scheme . $GLOBALS['google'][$param]); } else { google_append_globals($google_ad_url, $param); } } return $google_ad_url; } $google_ad_handle = @fopen(google_get_ad_url(), 'r'); if ($google_ad_handle) { while (!feof($google_ad_handle)) { echo fread($google_ad_handle, 8192); } fclose($google_ad_handle); } ?>

Translate

Friday, March 1, 2013

Sejarah Dan Perkembangan JavaScript

Friday, March 1, 2013

Shared :


Dewasa ini, dunia Internet, khususnya World Wide Web berkembang dengan sangat pesat.
Perkembangan ini tentu saja mendorong orang untuk membuat halaman Web yang lebih interaktif dan
juga lebih cerdas. Salah satu cara membuat halaman Web menjadi lebih interaktif adalah dengan
menggunakan JavaScript, bahasa script yang dikembangkan Netscape Communications bekerja sama
dengan Sun Microsystems.
"sebelum berbicara banyak masalah java script artikel ini di buat oleh /Sarwati Rahayu, ST., MMSI
dan saya menemukan artikel ini tidak tau dari mana asalnya
langsung saja ke pembahasan selanjutnya"
Berbicara tentang Web tidak lepas dari HTML (Hypertext Markup Language), bahasa yang
digunakan untuk membuat halaman Web. HTML merupakan bahasa yang sangat mudah dipelajari, Anda
tidak perlu mempunyai latar belakang pemrograman untuk menggunakannya, namun untuk membuat
halaman yang interaktif, HTML saja tidak cukup.
Oleh karena iu muncullah CGI (Common Gateway Interface). Dengan CGI halaman web bisa
menampilkan pencacah pengunjung, animasi sederhana, dan masih banyak lagi.
Disamping CGI, ada bahasa pemrograman lainnya yang juga digunakan untuk meningkatkan
interaktivitas halaman web, yaitu Java. Java dikembangkan oleh SunMicrosystems dari bahasa
pemrograman yang sudah sangat populer yaitu C++. Pada java beban pemrosesan dialihkan ke klien
sehingga beban server dikurangi. Dengan java, kita bisa menampilkan animasi bersuara, menampilkan
berbagai diagram.
Dari latar belakang inilah, Netscape Communications bersama dengan Sun Microsystems
mengembangkan bahasa skrip yang diberi nama JavaScript. Asal  mula JavaScript adalah LiveScript.
Dikembangkan pertama kali pada tahun 1995. Bahasa ini dikenali pada browser Netscape Navigator
mulai versi 2.0 ke atas. Microsoft juga melengkapi Internet Explorer dengan JavaScript mulai versi 3.0 ke
atas.
Pada dasarnya skrip tidak berbeda dengan bahasa pemrograman biasa karena skrip juga berisi
kumpulan instruksi program. Hanya saja skrip mempunyai aturan yang lebih sederhana dan biasanya
tidak dikompilasi. JavaScript adalah skrip yang ditempelkan pada kode HTML dan diproses pada sisi
klien.
Bahasa JavaScript versi 1.0 sudah mengalami perkembangan sejak dirilis tahun 1995 yang lalu.
Yang pertama adalah dirilisnya JavaScript 1.1 pada tahun 1996. Yang kedua adalah dirilisnya JavaScript
1.2 pada tahun 1997.
Pada akhir tahun 1996, Netscape menyerahkan proses standarisasi spesifikasi bahasa
JavaScript ke badan independent, yaitu ECMA (European Computer Manufacturers Association). ECMA
inilah yang pada akhirnya melakukan standarisasi JavaScript.
JavaScript bukan bahasa berorientasi objek, melainkan bahasa berbasis objek. Bahasa
berorientasi objek harus mendukung 3 konsep dasar, yaitu :
1. Pengkapsulan (Encapsulation)
2. Pewarisan (Inheritance)
3. Polimorfisme (Polymorphism)


Apa yang diperlukan ?
Untuk mempelajari pemrograman JavaScript, hanya dua piranti yang diperlukan, yaitu :
1. Editor teks
- NotePad
- Word Pad
- Dll
2. Web Browser
- Netscape Navigator
- Internet Explorer
- dll
Editor teks yang digunakan harus dapat menyimpan file dalam format ASCII.  Dan Web browser yang
digunakan harus mendukung JavaScript.


 JavaScript dan HTML
Program JavaScript dituliskan pada file HTML (.html atau .htm) dengan menggunakan tag kontainer
<SCRIPT>. Dengan kata lain, kita tidak perlu menuliskan program JavaScript pada file terpisah.
Yang dimaksud dengan tag kontainer adalah tag yang diawali dengan <NAMA_TAG> dan diakhiri
dengan </NAMA_TAG>.


Contoh :
<HTML>………………. </HTML>
 <HEAD>……………… </HEAD>
<BODY> ……………… </BODY>


Tag kontainer <SCRIPT> mempunyai atribut Language. Isikan atribut Language dengan JavaScript.
Disamping JavaScript, ada juga skript lain yang diletakkan pada halaman HTML, yaitu VBScript.
VBScript dikembangkan oleh Microsoft dari bahasa pemrograman yang cukup populer Visual Basic fo
Aplication (VBA).
Untuk menulis program VBScript, bisa digunakan tag kontainer <SCRIPT>, hanya saja atribut language
diisi VBScript.
Browser-browser lama yang belum mendukung skrip biasanya mengabaikan tag <SCRIPT>. Namun
masalahnya ada beberapa browser lama yang menuliskan teks diantara tag <SCRIPT> dan </SCRIPT>.
Jalan termudah dengan memahami sesuatu adalah dengan mempraktekannya.
Oleh karena itu cobalah program JavaScript berikut ini :

   FILE : skrip1-1.htm
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Sekilas JavaScript</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Belajar membuat program JavaScript<BR>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!--
document.write("Selamat Malam<BR>");
document.write("Sarwati Rahayu");
//-->
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

Keterangan :
Kode-kode tersebut di atas disebut dengan skrip JavaScript diawali dengan tag <SCRIPT> dan diakhiri
dengan tag </SCRIPT>. Di dalam tag <SCRIPT> terdapat atribut LANGUAGE yang diisi dengan
“JavaScript”. Tag ini oleh browser yang mengenal JavaScript akan segera ditanggapi dengan
menerjemahkan kode yang terdapat diantara tag <SCRIPT> dan </SCRIPT>
Tanda <!-- dan //--> umumnya disertakan dengan tujuan agar sekiranya browser tidak mengenali
JavaScript maka browser akan memperlakukannya sebagai komentar sehingga tidak ditampilkan pada
jendela browser.
Kode :
document.write ("Selamat Malam");
document.write ("Sarwati Rahayu");
disebut sebagai sebuah pernyataan (statement). Pernyataan adalah sebuah perintah pada JavaScript
yang berdiri sendiri dan menghasilkan suatu tindakan. Dalam hal ini pernyataan tersebut berfungsi untuk
menampilkan string “” pada jendela browser. Perlu diketahui jika terdapat lebih dari satu pernyataan,
maka antara pernyataan satu dengan lainnya harus dipisahkan dengan tanda titikkoma (;).
Dengan  demikian, pada kode JavaScript di depan terdapat dua perintah yang masing-masing
menampilkan string “Selamat Malam” dan “Sarwati Rahayu”.

Pesan-pesan Kesalahan


Kode JavaScript yang salah secara sintaks akan membuat browser menampilkan kotak dialog
yang menyatakan pesan kesalahan. Sebagai contoh, ubahlah tulisan document pada kode di atas
menjadi DOCUMENT dan kemudian simpan kembali file tersebut. Selanjutnya panggillah kembali file
tersebut pada browser.

Pesan kesalahan terdapat pada baris 13 berupa kata DOCUMENT yang tidak dikenal.
Umumnya kesalahan yang sering terjadi pada kode JavaScript diakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Kesalahan karena penulisan huruf kapital dan huruf kecil.
2. Penggunaan tanda kutip yang tidak cocok.
3. Kesalahan dalam tag <SCRIPT>


Bahasa Berorientasi Objek
JavaScript merupakan sebuah bahasa yang berorientasi objek. Sebuah objek terdiri dari properti,
metode, dan penanganan kejadian.


 Properti
Properti adalah atribut dari sebuah objek. Pada contoh di depan, document adalah sebuah objek
bawaan pada javascript. Untuk mengakses sebuah properti, perlu penulisan dengan bentuk sebagai
berikut : nama_objek.nama_properti
Tanda titik digunakan sebagai pemisah antara nama objek dan nama properti.
Properti dapat diberi nilai melalui bentuk penugasan berikut :
Objek.properti = nilai
FILE : skrip1-2.htm
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>  properti defaultStatus </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Tes defaultStatus
<SCRIPT LANGUAGE = "JavaScript">
<!--
   window.defaultStatus = “coba”
//-->
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

M e t o d e
Metode adalah suatu kumpulan kode yang digunakan untuk melakukan sesuatu tindakan
terhadap objek. Sbg contoh, write() pada objek document adalah metode yang digunakan untuk
menuliskan tulisan ke jendela browser.
Seperti halnya properti, metode dipanggil dengan menyebutkan nama objek, tanda titik, dan
nama metode diikuti dengan daftar parameter yang diletakkan di dalam tanda kurung.


 Penanganan Kejadian
Penanganan kejadian (event handler) adalah sekumpulan kode yang akan dijalankan manakala
pemakai melakukan suatu tindakan (biasa disebut dengan kejadian). Contoh kejadian adalah ketika
pemakai mengklik tombol mouse atau ketika menutup jendela browser. Bentuk penanganan kejadian
adalah seperti berikut ini : nama_kejadian=”kumpulan kode”
Contoh kejadian adalah onMouseOver dan onMouseOut. Penanganan kejadian ini dapat diletakkan
pada suatu link. Dalam hal ini onMouseOver adalah kejadian yang berlangsung saat penunjuj mouse
menunjuk ke link dan onMouseOut adalah kejadian yang berlangsung saat penunjuk mouse tidak lagi
menyorot link.
Contoh :
<A HREF = “www.detik.com”
onMouseOver = “window.status = ‘Anda menyorot link’; return true”
onMouseOut = “window.status = ‘’; return true”> detik dot com </A>


 Manangani Pemasukkan Data
JavaScript memiliki mekanisme yang memungkinkan pemakai disuguhi jendela untuk
memasukkan sederetan masukan dan setelah pemakai mengkilk tombol OK maka kode dalam
JavaScript akan melakukan serangkaian proses. Misal, skrip berikut ini akan meminta user memasukan
namanya dan kemudian akan mendapatkan jawaban.
FILE : skrip1-3.htm

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jendela Memasukkan Data</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE = "JavaScript">
<!--
   var nama = prompt("Nama Anda : ");
   document.write("Hai, " + nama);
//-->
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

Jendela Peringatan
Jika Anda ingin memberikan sebuah pesan kepada user, Anda bisa menyajikannya dalam bentuk

kotak dialog yang biasa disebut Alert Box.

Maka pernyataan yang diberikan adalah :

Window.alert("Jendela Peringatan");
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Alert Box</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE = "JavaScript">
<!--
   window.alert("Jendela Peringatan");
//-->
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

Hasil skrip1-4.htm



Jendela Konfirmasi
JavaScript menyediakan jendela konfirmasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan

metode confirm().

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jendela Konfirmasi</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE = "JavaScript">
<!--
   var jawab = window.confirm("Anda sudah belajar?");
      document.write("Jawaban Anda: " + jawab);
//-->
</SCRIPT></BODY></HTML>


 Objek pada JavaScript
JavaScript mempunyai objek hirarki yang disebut sebagai window.


 Window
 Location
 History
 Document
Forms
Anchors


Window merupakan objek berisi metoda dan properti yang berinteraksi dengan window aktual.
Setiap window dapat mempresentasikan Frame. Location berisi properti dan metoda yang berkaitan
dengan lokasi URL. History berisi tentang infomasi daftar dari history tempat/url yang telah dikunjungi.
Sedangkan document merupakan objek yang paling banyak digunakan dalam JavaScript, termasuk
penggunaan forms, links, string (teks) dan lainnya.


Variabel dan Nilai
Dalam sebuah bahasa pemrograman, variabel sangatlah berperan penting . Biasanya variabel
digunakan untuk menyimpan data. Variabel adalah suatu nama yang digunakan untuk menyimpan nilai
dan nilai yang ada di dalamnya dapat diubah sewaktu-waktu. Variabel berlawanan dengan literal atau
konstanta, dimana konstanta menyatakan nilai yang tetap .
Pada JavaScript, pendeklarasian variabel bersifat opsional, artinya bahwa variabel bisa
dideklarasikan atau tidak. Bila suatu variabel diberikan sebuah nilai, maka JavaScript menganggap
bahwa variabel tersebut telah dideklarasikan. Meskipun pendeklarasian variabel pada JavaScript bersifat
opsional, akan lebih baik jika variabel selalu dideklarasikan dalam pembuatan program.
8.10.1. Deklarasi Variabel
Pendeklarasian variabel pada JavaScript ditulis dengan menggunakan pernyataan var.
Contoh :
var nama = “sarah”;
var nilai = 8;
var x,y,z = “9”;
var alamat;


Pada contoh pertama, variabel nama dideklarasikan dan diisi dengan string “sarah”. Pada contoh kedua,
variabel nilai dideklarasikan dan diisi dengan nilai 8. Pada contoh ketiga x, y, z dideklarasikan dan diisi
dengan string “7”. Pada contoh ketiga ini, dapat langsung dideklarasikan tiga variabel sekaligus dengan
cukup menuliskan kata kunci var satu kali saja. Adapunun pada contoh terakhir variabel alamat akan
diisi dengan null.
Walaupun suatu variabel dapat dideklarasikan tanpa diberi nilai awal, sebaiknya hal seperti ini dihindari.
Variabel tidak dapat digunakan sebelum diberi sebuah nilai atau dideklarasikan secara eksplisit.
Contoh :
Document.write(nama);
Padahal nama belum diberi oleh nilai tertentu atau belum dideklarasikan, maka pesan kesalahan akan
dimunculkan.

Penamaan Variabel
Penamaan variabel harus mengikuti aturan-aturan sebagai berikut :
1. Penamaan variabel diawali dengan huruf atau tanda karakter garis bawah ( _ ).
2. Nama variabel tidak boleh mengandung karakter spasi. Bila variabel terdiri dari beberapa kata, maka
variabel dapat dipisahkan dengan karakter garis bawah.
3. Karakter kedua dan seterusnya dapat berupa huruf, angka, atau karakter garis bawah.
4. Penamaan variabel tidak boleh menggunakan kata kunci JavaScript.
5. Beberapa variabel yang bernama sama tidak dapat dimiliki dalam sebuah blok. Tetapi dapat
digunakan asalkan variabel-variabel tersebut terletak dalam blok yang berbeda.
6. Sebaiknya penamaan variabel dibuat sesuai dengan apa yang disimpannya.
7. Huruf kapital dan huruf kecil dibedakan (CASE-SENSITIF)


Contoh : (Penamaan Variabel)

- nama, nama1, nama_2
- 2nama, nama 1, nama, datanama+nim




BENAR
SALAH

(Karena diawali dengan angka, mengandung spasi, mengandung tanda +)

nama_1 dan NAMA_1



BENAR

(Menyatakan variabel yang berbeda karena huruf kapital dan huruf kecil dibedakan.

 Tipe Data
JavaScript tidak mendukung tipe data secara eksplisit. Hal ini dapat dilihat pada beberapa contoh
sebelumnya. Variabel dapat dideklarasikan tetapi tidak menentukan tipe datanya.
Meskipun JavaScript tidak mendukung tipe data secara eksplisit, namun JavaScript mempunyai
tipe data secara implisit, yaitu :
1. Bilangan atau Numerik  Misalnya : 456, -90
2. String  Misalnya : “Sarwati Rahayu”
3. Nilai logika atau dikenal dengan istilah boolean. Nilainya berupa true atau false

4. Null

Variabel yang tidak diinisialisasi


1. Tipe Data Bilangan/Numerik
Tipe bilangan/numerik  dapat dibedakan menjadi tipe bilangan bulat dan bilangan real.Bilangan
bulat dapat ditulis dengan basis 10 (desimal), basis 8 (Oktal), ataupun basis 16 (Heksadesimal)
1. Bilangan Desimal
Bilangan desimal menggunakan digit 0 sampai dengan 9. Bilangan desimal ditulis dengan tidak boleh
diawali dengan angka 0 (nol) (kecuali bilangan nol itu sendiri)
Contoh : 078 tidak diartikan sebagai 78


2. Bilangan Oktal
Bilangan oktal menggunakan digit 0 sampai dengan 7. Bilangan oktal ditulis dengan diawali angka 0
(nol).
Contoh : 012 (identik dengan 10 dalam satuan desimal)
3. Bilangan Heksadesimal
Bilangan heksadesimal menggunakan digit o samapi dengan 9, huruf A samapi dengan hurf F.
Bilangan heksadesimal diawali dengan awalan 0x atau 0X.
Contoh : A (identik dengan 10 dalam satuan desimal)
         FF (identik dengan 255 dalam satuan desimal)


Bilangan real bisa mengandung tanda pecahan. Untuk mendeklarasikan tipe bilangan real, dapat
digunakan tanda titik atau notasi ilmiah (notasi E) dan bukan tanda koma. Tanda e atau tanda E yang
biasa digunakan untuk menyatakan notasi ilmiah bisa digunakan.


Contoh :
var A = 8765.789
var B = 8.765789E+3


Pada contoh di atas pendeklarasikan dua buah bilangan yang sama, hanya saja pada pada
pendeklarasikan pertama digunakan tanda titk sedangkan pada pendeklarasikan kedua digunakan notasi
ilmiah.

 Tipe Data String
String adalah deretan karakter-karakter. Pada JavaScript string dapat dituliskan diantara tanda
petik tunggal (‘) atau tanda (“).
Contoh :
var nama = ‘sarwati rahayu’ ;
var nama = “sarwati rahayu” ;


Cara penulisan yang harus digunakan tergantung pada kebutuhan. Bila string yang
dideklarasikan di dalamnya terdapat karakter “, lebih baik gunakan tanda petik tunggal.
Contoh :
var a = ‘Eko berkata, “Hari sudah malam” ‘ ;


Dan sebaliknya, jika string yang dideklarasikan de dalamnya terdapat karakter ‘ , lebih baik gunakan
tanda petik ganda.




Contoh :
var a = “Don’t  cry “ ;


Jika string tidak memiliki karakter sama sekali, maka stringnya disebut string kosong.
Penulisannya : “” atau ‘’
JavaScript menyediakan karakter-karakter khusus, seperti  :



\b
\f
\n
\r


\t

menyatakan backspace
menyatakan form feed
menyatakan karakter baris baru
menyatakan carriage return (memindah kursos ke awal
baris)
menyatakan karakter tab

Tipe Data Logika/Boolean
Tipe data boolean hanya dapat bernilai true atau false, dimana true menyatakan benar dan false
menyatakan salah. Tipe seperti ini banyak digunakan sebagai kondisi dalam pernyataan seperti if dan
while.


Contoh :
var nilai_1 = (nilai_2 < 100);


Pada contoh tersebut, jika nilai_2 lebih kecil dari pada 100 maka nilai_1 akan bernilai true.
Sebaliknya jika nilai_2 bernilai lebih besar atau sama dengan 100, nilai_1 akan bernilai false.




Tipe Data Null
Tipe data null digunakan untuk merepresentasikan variabel yang tidak diinisialisasi. Nilai null
menyatakan nilai khusus yang berarti bahwa nilainya tidak ada.
Contoh :
var total ;
Pada contoh tersebut variabel total akan diberi nilai null, yang menyatakan bahwa variabel ini tidak
pernah diberi nilai.

Ekspresi
Ekspresi merupakan suatu bentuk yang menghasilkan suatu nilai. Dalam bentuk yang sederhana
ekspresi, biasanya ekspresi merupakan sebuah variabel. Dan dalam bentuk yang kompleks biasanya
sebuah ekspresi disajikan dengan melibatkan operator & operand.
Misalnya :

3 – 1 * 6

EKSPRESI

Angka 3, 1, dan 6 adalah merupakan operand, sedangkan simbol – dan * berperan sebagai operator.
Contoh dalam penggunaan ekspresi adalah yang biasanya terjadi pada pernyataan yang menggunakan
write.


document.write(4 + 5);


akan menampilkan hasil ekspresi 4 + 5 pada jendela browser.


 Operator
Pada dasarnya, operator pada JavaScript  dapat dibagi menjadi enam, yaitu :
1. Operator Aritmatik
2. Operator Pemberian nilai
3. Operator pemanipulasi bit (bitwise)
4. Operator pembanding
5. Operator Logika
6. Operator String


 Operator Aritmatik
Operator aritmatik digunakan pada operan bertipe numerik. Semua operator berlaku untuk
bilangan bulat maupun bilangan pecahat (floating-point). Ada dua macam operator aritmatik :
1. Operator aritmatik tunggal (unary)
Hanya menggunakan satu buah operand
2. Operator aritmatik biner (binary)
Menggunakan operand lebih dari satu (biasanya 2 buah operand)
Tabel 8.1 Operator Aritmatik

Operator

Tunggal / Biner

Kegunaan

+ Biner

Penjumlahan

-
*
/

Biner
Biner
Biner

Pengurangan
Perkalian
Pembagian




%
-
++

--

Biner
Tunggal
Tunggal

Tunggal

Modulus (sisa pembagian)
Negasi
Penambahan dengan satu
(penaikan)
Pengurangan dengan satu
(Penurunan)


JavaScript tidak mendukung operator untuk perpangkatan. Perpangkatan dapat dilakukan melalui
metode yang akan dijelaskan untuk berikutnya berikutnya.
Operator +, -, *, dan / sering kali dijumpai dalam penggunaannya di setiap bahasa pemrograman.
Yang perlu diperhatikan adalah operator penambahan dengan satu (++) dan operator pengurangan
dengan satu (--). Kedua operator ini masing-masing digunakan untuk menambah atau mengurangi nilai
suatu variabel dengan satu..
Contoh :
var x = 50;
Kemudian pada baris berikutnya dituliskan :
x++;
maka nilai variabel x sekarang adalah 51. emudian bila dituliskan lagi
x--;
variabel x akan kembali bernilai 50.


Operator ++ dan – dapat dituliskan di belakang atau di depan variabel : ++x atau x--;
Pada kasus di atas, letak operator ++ atau – (di depan atau di belakang variabel) tidak berpengaruh..
Ada kasus lain dimana letak tanda ++ atau – sangat berpengaruh.
Contoh :
var y = 10;
kemudian pada baris berikutmya ditulis pernyataan :
x = y++;
pernyataan ini berarti nilai y diberikan kepada x kemudian di tambah 1. Dengan kata lain, sekarang x
bernilai 10 dan y bernilai 11.
Bila operator dituliskan di depan variabel :
x = ++y;
maka x dan y bernilai sama yaitu 11. Hal ini dikarenakan pernyataan tersebut dapat diterjemahkan
menjadi : nilai y ditambah dengan 1 kemudian hasilnya diberikan kepada x.

Operator Pemberian Nilai
Operator pemberian nilai digunakan bila ingin memberi nilai ke suatu operan atau mengubah nilai
suatu operan. Semua opearotor pada tabel 4.2 dapat dikenakan pada operan bertipe numerik. Hanya
operator = dan += yang dapat dikenakan pada operan bertipe string.
Operator += digunakan untuk menambah suatiu operan dengan operan lain.
Contoh :
var x = 10;
Bila kemudian dituliskan pernyataan :
x+= 20
variabel x bernilai 30. Hal ini dikarenakan pernytaan tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai x
ditambah dengan 20.


Tabel 8.2 Operator pemberi nilai

Operator
=
+=
-=
*=
/=

Keterangan
sama dengan
ditambah dengan
dikurangi dengan
dikalikan dengan
dibagi dengan

Contoh
a= b
a + = b
a - = b
a * = b
a / = b

Ekuivalen
-
a = a + b
a = a – b
a = a * b
a = a / b

%= dikenai operasi
modulus dengan

a %= b

a = a % b

&=

|=

>>=

<<=

>>>=

dikenai operasi  bit
and dengan
dikenai operasi bit or
dengan
dikenai operasi bit >>
dengan
dikenai operasi bit
<<dengan
dikenai operasi bit
>>> dengan

a & = b

a | = b

a >> = b

a << = b

a >>> = b

a = a & b

a = a | b

a = a >> b

a = a << b

a = a >>>b


Operator Pemanipulasian Bit
Operasi ini berhubungan dengan pemanipulasian bit pada operan bertipe bilangan bulat.
Tabel 8.3. Operator pemanipulasian Bit

Operator
&
|
^

Keterangan
Operator bit AND
Operator bit OR
Operator bit XOR

~ Operator NOT
<< Menggeser ke kiri

>>
>>>

Menggeser ke kanan
Menggeser ke kanan dengan diisi
nol

Operator Pembanding
Operator pembanding digunakan untuk membandingkan dua buah operan. Operan yang dikenai
operator ini dapat bertipe string, numerik, maupun ekspresi lain. Hasil dari operasi pembandingan adalah
data bertipe boolean yang menunjukkan hasil operasi benar atau salah.
Tabel 4.4. Operator pembanding

Operator

Keterangan

== Kesamaan
!= Ketidaksamaan
> Lebih besar daripada






Konversi Tipe

<
>=
<=

Lebih kecil daripada
Lebih besar atau sama dengan
Lebih kecil atau sama dengan

Konversi tipe data pada JavaScript telah diatur dengan sendirinya oleh JavaScript itu sendiri.
Konversi tipe data string ke dalam tipe data numerik dapat menggunakan fungsi paseInt() atau
parseFloat(). Fungsi parseInt() adalah fungsi yang berguna untuk mengkonversi string bilangan menjadi
bilangan bulat. Sedangkan fungsi parseFloat() adalah fungsi yang berguna untuk mengkonversi string
bilangan menjadi bilangan pecahan.


Komentar
Komentar dalam JavaScript dapat dibuat dengan menggunakan /* dan */. Semua teks yang
terletak dalam pasangan tanda tersebut tidak akan diproses oleh JavaScript.
-------------------------------------

Latihan Untuk Dikerjakan Di Laboratorium Komputer
Latihan Untuk Dikerjakan Di Rumah
1. Buatlah sebuah jendela peringatan/informasi untuk menampilkan kata ”Perhatian, saya cantik !”
2. Buat pula sebuah jendela konfirmasi untuk mengkonfirmasikan kata ”Saya cantik : Setuju kan ?”
3. Buatlah program untuk mengitung luas segitiga, dengan ketentuan sebagai berikut :
- window.defaultStatus berisikan kata ”Selamat Mencoba”
- Nilai alas diinput melalui jendela prompt dan browser akan menampilkan nilai alas yang diinput
- Nilai tinggi diinput melalui jendela prompt dan browser akan menampilkan nilai tinggi yang
diinput
- Hitung luas segitiga dengan rumus : (alas * tinggi) / 2
- Browser menampilkan Luas segitiga yang telah dihitung





Posting Komentar

BY AQMAL MAULANA - 1:49 PM
Share

Artikel: Sejarah Dan Perkembangan JavaScript

Anda sedang membaca artikel tentang Sejarah Dan Perkembangan JavaScript dan anda bisa menemukan artikel Sejarah Dan Perkembangan JavaScript ini dengan url http://aqmalmaulana.blogspot.com/2013/03/sejarah-perkembangan-javascript.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Sejarah Dan Perkembangan JavaScript ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Sejarah Dan Perkembangan JavaScript sebagai sumbernya.

0 komentar: